Laman

Friday, August 3, 2012

I Think.. #10

"Orang yang ahli dalam suatu hal, akan memperhatikan kedetilan hal tersebut lebih detil daripada orang lain dan mengomentari hal yang bukan masalah besar bagi orang lain, karena dia lebih tahu dan mengerti.."

Andreas Bastian

A Real-Fake Or A Fake-Real?


Sore ini gue dipusingkan dengan dua buah kata yang setelah coba gue pikirkan, gue ga nemuin bentuk nyata dari kata-kata itu.

"Kebenaran Absolut" dua kata sederhana, yang sebenernya kalo lo coba pikirin, lo ga nemu apa itu?!

Pada dasarnya bukankah sebuah ke-Absolutan terhadap sesuatu, baru bisa didapatkan dari kesepakatan seluruh anggota yang sedang membahas hal tersebut? Dalam hal Musyawarah, ini mungkin bisa disebut Mufakat. Sedangkan tiap kelompok bahkan individu memiliki alasan mereka tersendiri atas pandangan mereka-yang gue yakin pasti berbeda satu sama lain (Keberagaman Pendapat). Bener gak? Banyak contoh yang bisa diambil dan yang teraneh adalah dalam keberagaman agama (kata "keberagaman" aja menurut gue udah aneh, buat agama yang diyakini sangat benar) pun bisa diambil contoh yang berkaitan dengan si "Kebenaran Absolut" ini.

Terus balik lagi ke dalam hal Kebenaran, yang identik dengan sesuatu yang baik (yang menurut gue juga relatif) dan sesuai dengan aturan (yang bentrok dengan kebebasan), bener gak?  Nah, tapi Kebenaran Absolut itu apa? Apakah benar-benar ada? Apa sejatinya hanya bernasib sama dengan Kebenaran yang pada "umum"nya-dengan respon menyedihkan seperti "hmm, benar kok..." atau "gak salah kok..."-itu?

 
Guru les gue sempat gue tanyakan hal ini, yang mungkin terlihat bingung juga (karena ia menyatakan sebelumnya benar ataupun salah itu relatif, tapi kemudian ia menyebutkan adanya kebenaran yang absolut), lalu ujungnya? Ujung-ujungnya ia membawa agama dan Tuhan yang berada diatas semuanya itu. Bitch please, gak "makul" banget coy jawabannya! Gue sedang mempertanyakan sesuatu yang "they believe it's alive", yang kebanyakan mereka yakini!-PADAHAL, bila ditanyakan pendapatnya tentang "kebenaran-kebenaran kecil" yang lain, belum tentu sependapat (balik lagi ke hal Keberagaman Pendapat kan tuh, haha).


Lo tau gak? Jawaban kaya-kaya gitu tuh, kaya jenis-jenis jawaban GOD OF THE GAPS! Membawa kata "Tuhan" sebagai jawaban atas pertanyaan yang lo gak bisa jawab! Menurut gue, kalo gak bisa dijawab/direalisasikan berarti fake! Atau gak ada. Terus kenapa masih percaya? Lo tau fairytale kan? Lo percaya akan kenyataannya? Kalo iya, gimme some real evidences! Kalo gak, why'd you still believe?

Andreas Bastian

Wednesday, July 25, 2012

Sepucuk Surat Terakhir

Ku bentuk pikiran 'tuk kemudian pergi
Pergi menghilang, lenyap, dari dunia busuk nan gelap ini!
Waktu pun bosan mengiringi
Inginnya enyah segera! Tanpa tanda
Ku berjalan perlahan, ku titih langkah tajam-pasti
Hingga ujung ku lihat
Tampak samar dalam pandangan
Senyap
Senja


Tapi sebelumnya biarkan ku berteriak
"Kau sudahnya buatku muak!"
Ketenangan palsu yang kau hibahkan, izinkan kini ku lalikan!
Kar'na tak ada lagi kini rasa kehilangan
Rasa yang kerap menghantuku


Kasihku, ingatlah aku
Ini bukan langkah terakhirku
Kecuali dalam dunia busuk nan gelap ini!
Jangan kau takut atau menyusah hatimu
Tatap wajahku, kar'na kelak kita kan bertemu
Kasihku, relakan saja!
Kar'na nihil yang dapat ku bagikan, kecuali jiwa hampa
Sesaat siap ia pergi dalam bayang redup awan


Angin bahagia menyapa
Melukis senyum dalam tidurku
Seakan terjawab lunas, pencarian arti dalam hidupku


Suatu saat, dalam harap akhirku
Nama ku tidak lagi membawa ingatan itu
Semuanya!
Sayang, biar bayangku pergi
Dengan rasa tenang meski tanpamu, lagi

Andreas Bastian

Thursday, July 19, 2012

Art And Design #mencobabelajar

(Sebenernya sih ini tugas pertama gue di masa pra kuliah, tapi gue posting aja, biar tambah ngerti juga kalo dibaca-baca lagi.)

SENI

      Seni berkaitan erat dengan dengan nilai estetika yang berasal dari ekspresi manusia yang dapat dirasakan, dilihat ataupun didengar oleh manusia itu sendiri. Seni sendiri adalah sebuah ungkapan perasaan manusia atas pengalaman batin ataupun sebuah visualisasi angan sang seniman yang dituangkan ke dalam medium seni dengan set peraturan yang sudah ditentukan sebelumnya, yang kemudian hasilnya disebut karya seni.

          Seniman dapat juga disebut Kreator, karena ia berkarya mencari sesuatu yang baru. Sebuah karya seni tercipta terjadi melalui proses cipta Sang seniman. Proses ini diawali dari keinginan seniman yang muncul dari dalam ataupun luar dirinya. Kemudian, keinginan ini diolah oleh seniman tersebut dengan daya indah dan nilai estetis yang dimilikinya.

Terlihat pada penjelasan sebelumnya, bahwa pada dasarnya, karya-karya seni memiliki unsur-unsur budaya, karena ia tercipta dari keinginan Sang seniman untuk merespon gejala yang timbul baik dari dalam dirinya ataupun yang berkembang di lingkungan sekitarnya, yang kemudian digunakan ungkapan-ungkapan sebagai pengandaian oleh seniman tersebut sehingga lahir sebuah potret tentang kebudayaan.

          Berikut pengertian dan definisi Seni menurut beberapa ahli.

J.J HOGMAN, “Kesenian adalah sesuatu yang mempunyai unsur ideas, activities dan artifacts.”

WILLIAM A. HAVILAND, Kesenian adalah keseluruhan sistem yang melibatkan proses penggunaan imajinasi manusia secara kreatif di dalam sebuah kelompok masyarakat dengan kebudayaan tertentu.”

IRVING STONE, “Kesenian adalah kebutuhan pokok. Seperti  roti atau anggur atau mantel hangat dimusim dingin. Mereka yang mengira kesenian adalah barang mewah, pikirannya tidak utuh. Roh manusia menjadi lapar akan kesenian seperti halnya perutnya keroncongan minta makan.”


Cabang-cabang seni:
-          Seni Rupa
-          Seni Tari/Gerak
-          Seni Suara/Musik
-          Seni Sastra
-          Seni Teater/Drama

Macam-macam Seni Rupa Menurut Fungsinya:
-       
             Seni Rupa Murni (Fine Art)

Seni rupa yang diciptakan tanpa mempertimbangkan kegunaannya atau seni bebas (Free Art) yang diciptakan untuk dinikmati keindahannya saja. Contoh: Seni Lukis, Seni Grafika, Seni Patung, dll.

-         Seni Rupa Terapan (Applied Art)

Seni rupa yang hasilnya lebih dititikberatkan pada fungsi dan kemudahan produksi, tanpa menghilangkan unsur estetis seperti pada karya seni pada umumnya.

Akan tetapi unsur estetis pada karya seni terapan lebih berfungsi kepada daya tarik pemakai, dalam hal ini unsur keindahan seni terapan memiliki fungsi ekonomis. Oleh karena itu seni ini dapat di sebut seni berguna (useful art), karena mengutamakan fungsi/kegunaan. Contoh: Kriya, Desain, Reklame, dll.



DESAIN

Desain adalah sebuah seni terapan yang berupa gabungan teks, gambar/foto maupun elemen lain, yang diberi identitas, tata letak dan warna untuk menarik perhatian. Desain umumnya berfungsi untuk menyampaikan sebuah pesan ataupun ajakan produsen kepada masyarakat.

          Sedangkan pelaku yang mewujudkan/menerjemahkan pesan-pesan ke dalam wujud desain disebut Desainer Grafis. Desainer Grafis juga berfungsi sebagai jembatan antara pihak pembuat/pengirim pesan dengan pihak penerima pesan.
          
           Desain terbagi menjadi dua, yaitu Desain 2D (dua dimensi) dan Desain 3D (tiga dimensi).

Desain 2D, adalah desain yang hanya memiliki dimensi panjang dan dimensi lebar (bidang datar). Contoh: Brosur, Billboard, Koran, Identifikasi/Logo, Simbol, dll.

Desain 3D, adalah desain yang memiliki dimensi panjang, lebar dan kedalaman (memiliki volume/ruang). Contoh: Pulpen (desain produk), Kamar Tidur (desain interior), Pakaian (desain fashion).

Andreas Bastian