Laman

Saturday, November 17, 2012

Setelah Apa Yang Terdengar

Lalu Bintang berkata kepada Bulan,
"Aku senang akan kehadiranmu.."
Lalu Bintang berkata kepada Bulan,
"Betapa indah disana sosokmu .."
Lalu Bintang berkata kepada Bulan,
"Seandainya saja ku bisa melihatmu lebih dekat, mungkin hilang rasa penat.."

Tapi sayang, Bulan membisu
Ia tidak berpaling, tak juapun menoleh
Apakah yang ia tatap?
Itukah yang membuatnya membiru?
Bulan membisu
Rautnya sedu, mencari sesuatu
Tak sadarkah ia?
Banyak bintang berkelip baginya?

Lalu Bintang berteriak kepada Bulan,
"Hei! Lihatlah orang-orang itu! Lihat senyum mereka yang menatapmu!"
Lalu Bintang berteriak kepada Bulan,
"Hei! Lihatlah pada malam! Ia hanya akan mengerikan, tanpamu!"
Lalu Bintang berteriak kepada Bulan,
"Hei! Lihatlah bintang di sekelilingmu! Sinarmu yang hangat, buat mereka berkelip, menemanimu!"

Bulan mendengar
Sejenak teralih, rautnya berubah kini
Bulan mendengar
Mencoba cari, siapakah dia yang berkata tadi?
Tapi sayang
Bulan tak menemukan, namun ia riang akan kelip bintang-bintang bersahutan
Hingga satu bintang-menatap dari kejauhan, terpana dengan senyum semu

Lalu Bintang berbisik dalam hatinya,
"Ku harap, kelak kau 'kan temukanku. Setelah apa yang terdengar, kata-kata itu milikku.."

Andreas Bastian

Friday, November 9, 2012

BANG!!

Seemed it takes time for me to face the new 'world' eh?
Yeah, there are so many workSHITs and assignments to do in the last month, which is makes me spent my almost day to learn and doin' the assignments given by those bastards called 'dosen'! Hmm, maybe it's not that hard, but, it just like another way for life to give a fuck. Haha. But, yea it's only the journey for the way I chose before.

Now feels like taking a little breathe here for being in my page, haha.. *inhale-exhale*

Well, yeah it's a must for me to keep the spirit burning man! There's no shortcut!
Just, "fight to win" or "lay to lose"!!

Andreas Bastian

Thursday, August 30, 2012

Ratu Pelarian


Cleopatre:
Ku melangkah dalam asingku
Dengan peluh berteriak! Sambut keraguan bertahan
Ku melangkah dalam asingku
Seiring deru ombak tuntun larik jejakku
Menemukanmu, takdirku

Caesar:
Matamu cabut kengerian malam
Pesonamu kuburkan segala kebisingan
Oh Ratu Rupawan, biarkan aku datang!
Sebagai Raja untuk mendampingimu

Cleopatre:
Jangkau kilau kebahagiaan, sentuh!
Dimana sinar cinta seakan siap menjadi nyata
Akankah kamu?

Caesar:
Kan ku genggam indahnya untukmu!
Oh Ratu Rupawan, percayalah dalam tatapanku!
Karena kebahagiaan itu hidup dalam dirimu

Andreas Bastian

Wednesday, August 29, 2012

Beberapa Elemen Utama Dalam Seni Rupa #mencobabelajar

(Tulisan ini gue ambil setelah membaca beberapa artikel/sumber, singkatnya adalah kesimpulan yang bisa gue ambil sebagai bahan buat pelajaran gue entar :D)





Titik Dan Garis


Titik adalah unsur dasar yang terkecil dalam seni rupa. Titik bisa menjadi pusat perhatian bila berkumpul ataupun berbeda warna. Titik adalah sebuah awal untuk memulai sesuatu karya, bahkan akhir dari sebuah karya seni rupa. Titik yang membesar dapat disebut dengan Bintik.

Garis adalah kumpulan ataupun penghubung dua atau lebih titik menjadi satu dimensi. Dalam bidang seni, garis merupakan unsur tertua dalam menunjukkan emosi.
Semua garis memiliki karakter yang memancar dari bentuk yang ada. Beberapa karakter garis, yaitu:


-    Garis Horizontal: Tenang, feminim, diam, pasif, kaku. Sebagai contoh adanya gambaran garis horizontal yang menenangkan dapat diamati melalui fenomena alam pantai.
-         Garis Vertikal: Maskulin, kuat, gagah, kokoh. Contoh, Monumen Nasional yang berbentuk vertikal dengan puncak berupa kobaran api dari bahan emas, tampil dengan kuat dan megah.
-         Garis Diagonal: Menarik perhatian atau sesuatu yang dapat menarik perhatian seseorang.

Garis memiliki peran yang sangat penting dalam seni dan desain, karena garis memiliki peran ganda, yaitu sebagai goresan nyata sehingga menghasilkan nilai tersendiri dan sebagai garis semu yang membantu membentuk keindahan dalam sebuah karya seni.
Potensi garis nyata, bisa memberikan ekspresi gerak masa pada obyek tertentu, dapat memberikan nilai ekspresi bila dikuasai suasana, sentuhan , alat dan warna.
Garis juga dapat memberikan kesan tekstur kasar ataupun halus, juga dapat memberikan sugesti dalam menggaris batas atau membuat kontur, bahkan dalam beberapa goresan saja sebuah bentuk dapat tercipta, sehingga garis dapat memberikan kesan ekonomis dalam seni. Garis pun dapat menciptakan terang atau gelap dalam mengarsir dan juga memiliki kemampuan komunikasi seperti, kode, huruf-huruf, lambang dan lain sebagainya.

Potensi garis semu, bisa memberikan kesan seolah-olah terdapat/terlihat ada garis, walaupun sebenarnya tidak ada sama sekali. Garis disini berfungsi sebagai batas ruang, batas warna ataupun batas obyek-obyek lain yang seolah-olah dibatasi garis. Kesan tersebut dapat muncul karena adanya bayangan gelap karena cahaya.


Bidang dan Bentuk


Bidang adalah salah satu unsur seni rupa yang merupakan gabungan dari beberapa garis dan memiliki kesan dua dimensi, menyatakan permukaan dan memiliki ukuran.

Bentuk dalam pengertian bahasa berarti bangun atau bentuk plastis. Bangun ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental dan lain sebagainya.  Sedangkan bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai atau peran dari benda tersebut.

Tekstur
Tekstur dalam seni rupa dapat berarti nilai raba atau suatu sifat permukaan dalam sebuah karya seni rupa, baik nyata ataupun semu. Penggunaan tekstur dalam seni rupa mungkin tidak terlalu penting, namun hal ini dapat memberikan nilai lebih dan kesan tertentu dalam karya senirupa tersebut.

Terdapat dua jenis testur, yaitu Optikal dan Taktikal. Tekstur Optikal adalah tekstur yang hanya dapat kita lihat, sedangkan Taktikal yang dapat kita sentuh.

Untuk sebuah komposisi yang menggunakan berbagai tekstur agar serasinya sebuah karya, selalu memperhitungkan tekstur berat dan tekstur ringan. Dalam lukisan, tekstur sering dijumpai pada lukisan abstrak.

Motif  dan Pola
Pemahaman dasar tentang motif dan pola dapat dijelaskan apabila terdapat sebuah garis lengkung, maka garis tersebut dapat dianggap sebagai suat motif garis lengkung. Jika garis tersebut diulang-ulang secara simetris, maka diperoleh gambar lain yang didapat dari garis lengkung yang mendapat pengulangan itu yang disebut dengan pola.

Sehingga, motif dapat diartikan sebagai elemen pokok dalam seni ornamen, bentuk dasar dalam penciptaan atau perwujudan  bentuk ornamen. Sedangkan pola adalah hasil susunan atau pengorganisasian motif-motif tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu.

Andreas Bastian